Pemerintah Somalia mengumumkan pembatalan semua perjanjian kerja sama keamanan dan pertahanan dengan Uni Emirat Arab, serta perjanjian apa pun mengenai pelabuhan Berbera, Bosaso, dan Kismayo. Keputusan itu muncul setelah pengakuan Israel atas kedaulatan Somaliland dan UEA menggunakan wilayah Somalia untuk menyelundupkan pemimpin STC Aidarus al-Zoubaidi ke Abu Dhabi. "Bukti yang dapat diandalkan menunjukkan praktik yang terkait dengan UEA yang merusak kedaulatan dan kemerdekaan kita. Praktik UEA merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kedaulatan dan penghormatan terhadap kemerdekaan negara," kata pemerintah Somalia.